Select your Top Menu from wp menus

Presiden AS Sepakat Kerja Sama Dengan Vietnam

Presiden AS Sepakat Kerja Sama Dengan Vietnam

Berita Ekonomi, Fifa Berita – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengulas kerja sama perdagangan dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc di Gedung Putih pada Rabu tempo hari. Pertemuan ini sukses menyetujui kesepakatan usaha sejumlah miliaran dolar serta pekerjaan baru yang bakal terwujud.

Presiden AS Sepakat Kerja Sama Dengan Vietnam

General Electric Co terlebih dulu mengungkap pihaknya telah di tandatangani perjanjian dengan Vietnam sejumlah sekitaran US$ 5, 58 miliar untuk pembangkit listrik, mesin serta service pesawat terbang, ini adalah kesepakatan usaha paling besar yang pernah ada dengan negara itu.

” Mereka bikin pesanan yang begitu besar di AS serta kami menghormati itu dengan jumlah miliaran dolar, yang bermakna ada lapangan kerja baru untuk AS serta perlengkapan mutakhir untuk Vietnam, ” kata Trump seperti diambil dari CNBC, Kamis (1/6/2017).

Phuc menyampaikan pada Selasa lantas kalau pihaknya bakal di tandatangani perjanjian untuk barang serta layanan AS sejumlah US$ 15 miliar hingga US$ 17 miliar sepanjang kunjungannya ke Washington, terlebih untuk tehnologi serta layanan.

Vietnam tidak lagi jadi musuh perang dingin AS serta saat ini jadi mitra utama di Asia Pasifik, dimana ke-2 negara mempunyai kecemasan yang sama mengenai kemampuan China yang makin kuat.

Phuc menyampaikan pada Trump kalau jalinan itu sudah alami pergolakan yang penting selama histori yang saat ini jadi mitra kerja sama.

Ke-2 negara sudah tingkatkan kerja sama keamanan dalam satu tahun lebih paling akhir, tetapi kerja sama perdagangan jadi konsentrasi dengan defisit yang melebar dengan Vietnam meraih US$ 32 miliar th. lantas, bila dibanding US$ 7 miliar pada satu dekade terlebih dulu.

Trump memiliki komitmen untuk mengulas selanjutnya perdagangan dengan Phuc serta Korea Utara. Washington juga tengah mencari support untuk menghimpit langkah Korea Utara dalam hentikan program nuklirnya yang sekalian jadi ancaman untuk AS. Vietnam juga mempunyai kecemasan yang sama juga dengan AS pada Korea Utara.

Analis menyampaikan, pemerintahan Trump menyongsong baik perjanjian usaha baru dengan Vietnam yang menginginkan tingkatkan perdagangan antar ke-2 negara.

Murray Hiebert, seseorang pakar Asia Tenggara di Pusat Studi Strategis serta Internasional di Washington menyampaikan kalau perjanjian itu bagus, namun kurang.

” Mereka menginginkan Vietnam bikin surplus perdagangan dengan cara berkepanjangan, ” katanya.

Pada hari Selasa, Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer mengungkap kekhawatirannya mengenai melebarnya defisit perdagangan dengan Vietnam. Dia menyampaikan itu yaitu tantangan baru untuk ke-2 negara serta dia mencari Phuc untuk menolong mengatasinya.

Defisit perdagangan dengan Vietnam mencerminkan meningkatnya impor semikonduktor Vietnam serta product elektronik yang lain di samping bidang yang lebih tradisional seperti alas kaki, baju jadi serta perabotan.

Menteri Perdagangan Vietnam, Tran Tuan Anh mempresentasikan Lighthizer pada hari Selasa dengan anjuran untuk menangani sebagian permasalahan AS, seperti iklan di sosial media AS, service pembayaran elektronik serta impor product keamanan info serta pertanian.

Vietnam juga menekan Amerika Serikat untuk menghapus program pengawasan untuk ikan patin, mempercepat lisensi impor untuk buahnya serta bikin ketentuan yang adil tentang aksi anti dumping serta anti subsidi untuk beberapa produk Vietnam.

Vietnam kecewa waktu Trump menampik kesepakatan perdagangan Trans Pasifik Partnership (TPP) dengan 12 negara, dimana Hanoi diinginkan jadi satu diantara penerima faedah paling utama, serta fokus kebijakan perdagangan AS untuk kurangi defisit.

Pertemuan Phuc dengan Trump membuatnya pemimpin Asia Tenggara pertama yang berkunjung ke Gedung Putih dibawah pemerintahan baru.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *