Select your Top Menu from wp menus

Stephen Curry Siap Rebut Kembali Gelar Juara NBA

Stephen Curry Siap Rebut Kembali Gelar Juara NBA

Berita Sport, FifaBerita – Pasti Stephen Curry mendengarnya. Gaungnya terdengar di mana-mana. Bintang Golden State Warriors yang juga 2 x MVP itu tidaklah tuli. Penampilannya di final NBA th. lantas memanglah pantas dilupakan yang berbuntut pada tidak berhasilnya usaha timnya menjaga gelar.

Kyrie Irving melesakkan tembakan tiga poin penentu di depan mukanya serta dia lalu tidak dapat melepas diri dari penjagaan Kevin Love, hingga menembakkan 3-poin yang tidak prima. Cavs juga memenangi Game 7 untuk menyelesaikan ‘comeback’ impresif serta mengambil gelar di kandang Warriors.

Stephen Curry Siap Rebut Kembali Gelar Juara NBA

Satu bulan lalu, Curry mengambil langkah mundur lagi saat Warriors menyongsong Kevin Durant kedalam skuad yang telah dipenuhi banyak bintang. Waktu musim 2016-17 diawali pada musim gugur lantas, Curry juga dengan cara suka-rela kurangi beberapa kesempatan cetak skornya supaya Durant dapat menyatu dengan baik.

Saat ini Curry seutuhnya sehat di playoff serta siap merebut kembali gelar juara yang terlepas Juni th. lantas pada saat Final NBA 2017 diawali dengan Game 1 pada hari Kamis (1/6) atau Jumat (2/6) pagi WIB.

“Sejujurnya, saya rasa ini sedikit konyol, ” kata Curry mengenai hujan kritik pada dianya. “Bersikap saat bodoh mungkin saja bukanlah kata yang pas. Saya mendengar kritik-kritik itu, bereaksi nyaris seperti, saya terasa seperti dalam kondisi Twilight Zone. Karna saya ketahui apa yang saya kerjakan di lapangan serta apa pekerjaan saya setipa malam di tim ini, hingga saya dapat tidur pada malam hari serta cukup terasa bangga dengan permainan saya. ”

Irving memenangi duel melawan sang MVP, mengangkat Cavs yang menguber ketertinggalan 1-3 serta Cleveland merengkuh gelar tim berolahraga besarnya yang pertama dalam 52 th..

Saat ini, semuanya konsentrasi di Final tertuju pada LeBron serta KD. Serta ini mungkin saja pembuka yang cocok untuk Curry untuk kembali bercahaya paling cemerlang di panggung besar sesudah tampak jelek th. lantas, saat dia cuma menembak 40 % di Final serta bikin semakin banyak turnover (30) dari pada assist (26).

Terakhir, Curry serta Durant ikut serta dalam pertandingan menembak yang intens untuk tetaplah melindungi kesehatan serta sedikit bersenang-senang di waktu yang sama. Maklum, Warrios kembali mesti menanti calon lawan.

Mereka jadi tim pertama yang mengawali babak playoff 12-0 atau tanpa ada pernah kalah, hingga mereka miliki banyak saat istirahat. Jauh tidak sama dengan setahun waktu lalu saat Golden State mesti berjuang hingga tujuh kompetisi di final Lokasi Barat melawan eks tim Durant, Oklahoma City Thunders.

Ini ketidaksamaan yang termasuk besar untuk Curry, yang tidak hadir di enam partai playoff pada 2016 akibat cedera engkel serta lutut, serta tidak pernah dalam keadaan 100% mulai sejak itu.

“Dia cukup sehat, ” kata asisten pelatih Bruce Fraser, yang berlatih menembak dengan Curry sehari-hari. “Dia menembak cukup bagus. Saya lebih sukai dia seperti ini daripada di Final th. lantas. Dia kompetitif serta dia menginginkan menang, jadi tentunya dia tidak senang masalah kegagalan th. lantas serta siap tempur sesudah ini. ”

Curry menginginkan merebut kembali gelar juara yang terlepas, dan menolong KD serta banyak pemain veteran yang lain yang tidak pernah rasakan jadi juara untuk memperoleh cincin mereka.

Dia membukukan 20 poin atau lebih dalam 10 partai playoff dengan cara beruntun serta memimpin score Warriors dalam delapan dari 12 partai playoff selama ini. 2 x dia memberi delapan assist. “Bagi saya, dia tampak lebih fresh, cepat, kuat dari pada satu tahun waktu lalu, ” kata pelatih Steve Kerr.

Curry terang lakukan segalanya yang dibutuhkan supaya Durant dapat lakukan transisi yang mulus dengan pola serangan mereka. Walau itu bermakna statistiknya sendiri alami penurunan bila dibanding th. lantas saat dia merebut MVP ke-2 serta mengukir rekor 402 tembakan 3-poin. Warriors sendiri memecahkan rekor Bulls 1995-96 dengan mengukir rekor kemenangan 73-9.

Musim ini, jumlah tembakannya menyusut dua tembakan setiap pertandingannya, rata-rata poinnya juga turun dari 30, 1 jadi 25, 3, dan persentase menembak 46, 8 yang dibuatnya adalah yang terburuk mulai sejak musim 2012-13. Namun Curry masih tetap dapat melesakkan 324 tembakan 3-poin, paling banyak ke-2 dalam histori sesudah rekor 402 yang dibuatnya th. lantas serta selalu meningkatkan dianya.

Pemain berumur 29 th. itu tidak berpuas diri serta tetaplah berlaku perfeksionis pada dianya. Sehari waktu berlatih mendekati Final, dia meneriakkan “finish strong! ” waktu cobalah melesakkan 3-poinnya yang ke-10 dengan cara beruntun dari baseline. Bolanya meleset, dia juga berteriak keras ‘’ahhhh! ‘’

“Saya berupaya lakukan beberapa hal lain terkecuali membuat poin, hingga saya dapat menolong tim saya menyesuaikan diri di kondisi paling baik untuk menang, ” tutur Curry. “Kami masih tetap tersisa empat kompetisi lagi, kami mesti berupaya semaksimal mungkin saja untuk memenangi keempatnya. ”

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *